Ketika blog ini..

Tahun ini bukan tahun kemarin.. kita saling menikam hingga darah-darah mengalir. Tapi bukan tahun ini.
Tahun ini bukan tahun lalu.. kita pernah menggapai langit namun tenggelam di dasar palung. Tapi bukan tahun ini.
Tahun ini bukan tahun sebelumnya..
Daku tetap mencoba, Menampar Mega Mega.

:: menampar Mega Mega adalah buah pemikiran Zulphiandie yang ingin menemukan apa yang selama ini ia cari. Dalam ruang, dalam waktu, di kedalaman.

:: menampar Mega Mega juga merupakan media bercerita baik nyata, fakta, maupun khayal.

:: menampar Mega Mega bisa diartikan mengejar bayangan yang tak pernah kunjung usai, numb (kebas) maupun terbius (kecanduan dalam hal yang positif) namun jangan diartikan bertepuk sebelah tangan!

:: menampar Mega Mega belum didaftarkan dan dipatenkan sebagai hak cipta (©), merek dagang (™) dan/atau nama yang terdaftar(®). Namun demikian hendaklah semua mengikuti etika yang ada. Pembunuhan karakter ada balasannya di dunia maya!

Salam

Zulphiandie

Tanggapan

  1. just wondering what the translation for ‘Menampar Mega Mega’ in english would be….
    dan kenapa kedua Mega diawali dengan huruf besar??

  2. Menampar Mega Mega >> Slapping The Clouds??

    Wakakakakak.. Harfiah banget..

    Mega Mega sebenarnya bentuk jamak dari kata Mega, sebagai sinonim Awan. Hanya saja strip ‘-’ yang harusnya menyambung keduanya daku hilangkan.

  3. Duh, kenapa mega harus ditampar… What does MEGA done to deserve that??? :D hahahahhaa…

    Trus kenapa harus mega… kenapa bukan mendung, pelangi, senja, udara, air… tampar aja semuanya, hahahha… :D

    Welcome back yach… enjoy blogging!!!

  4. Wah.. tersanjung daku, Silly ngasih komen dan PENDEK!!

    MEGA.. karena mega mempunyai bentuk, memiliki ruang, mengiringi waktu.

    Mendung, pelangi dan senja adalah kata keterangan. Yang hanya muncul pada satu situasi dan kondisi tertentu. Daku tidak suka pengekangan.

    Udara dan air terlalu tinggi dalam hirarki. Daku tidak setinggi itu.

    Ketika tercetus ide judul ini, Ibu Mega lagi memimpin bangsa. So.. You know lah…

  5. saya suka “menampar mega-mega”
    sepertinya ada usaha, untuk terbang terlebih dahulu ke sana, paling tidak untuk mendekati mega dan kemudia menamparnya?
    kemudian bisakah menampar mega? bukankah mega tidak seperti pipi yang akan memerah bila ditampar?
    tapi apapun itu, kita sudah terbang ke sana, mendekat dan biarkan yang terjadi, terjadilah,
    gitu gak ya? hihi sok tahu nih :D

  6. ada ada aja… ahahaha

  7. asal jangan “menampar mbak mega” kali yak….


Beri tanggapan

Your response: