<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Komedi Cinta Bersambung</title>
	<atom:link href="http://zulphiandie.wordpress.com/2009/06/18/komedi-cinta-bersambung/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://zulphiandie.wordpress.com/2009/06/18/komedi-cinta-bersambung/</link>
	<description>Kosong yang aku tampar, menangis seadanya. Hampa yang aku tampar, meraung tanpa henti. Hilang yang aku tampar, bersembunyi di sudut kebun. Tiada rasa.</description>
	<lastBuildDate>Sun, 22 Nov 2009 01:34:06 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: KangBoed</title>
		<link>http://zulphiandie.wordpress.com/2009/06/18/komedi-cinta-bersambung/#comment-151</link>
		<dc:creator>KangBoed</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2009 20:45:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://zulphiandie.wordpress.com/?p=270#comment-151</guid>
		<description>hehehe.. dah lame neee gak nonton</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hehehe.. dah lame neee gak nonton</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: pande mahendra</title>
		<link>http://zulphiandie.wordpress.com/2009/06/18/komedi-cinta-bersambung/#comment-150</link>
		<dc:creator>pande mahendra</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Jun 2009 04:44:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://zulphiandie.wordpress.com/?p=270#comment-150</guid>
		<description>saya pernah nulis di reader&#039;s talk Movie Monthly (M2), sebuah majalah film dengan judul &quot;Menikmati Novel dan Film dengan Cara Berbeda&quot;, di sana saya membahas bahwa sebuah adaptasi yang baik tak harus mengcopy-paste isi buku, melainkan menemukan inti cerita untuk kemudian membuang hal2 yang tidak perlu(memperlambat cerita). Di sana saya juga ungkapkan kekaguman saya pada Hanung+Salman+Ginantri yang berhasil mengguibah Novel Ayat2 Cinta menjadi Film Ayat2 Cinta ...
Dan sempat menyinggung di akhir tulisan, dengan tulisan sbb :
&quot;Yang sedikit mengganjal bagi saya adalah ketika mendengar novel Ketika Cinta Bertasbih akan digarap film serupa novelnya, wah berapa jam durasi filmnya, mengingat novelnya terdiri atas dua jilid yang cukup tebal.
Semoga Chaerul Umam dan Imam Tantowi setelah membaca tulisan ini meniru jejak Hanung Bramantyo dan Salman Aristo yang berhasil menggubah novel Ayat-Ayat Cinta dengan sukses menjadi film Ayat-Ayat Cinta.&quot;

Jadi ketika saya membaca beberapa review (di Bali film ini belum masuk), saya jadi ingat pada tulisan saya, ternyata Chaerul Umam tetap keukeuh untuk membuat novel sesuai aslinya (bahkan sempat baca di jawa pos rencana awalnya mau dibagi jadi 4 film, BUSSEEETTT, namun akhirnya hanya jadi 2).

Dan terus terang review ini kalau boleh saya kasih nilai 8 dari beberapa review yang saya baca ... hehehe</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya pernah nulis di reader&#8217;s talk Movie Monthly (M2), sebuah majalah film dengan judul &#8220;Menikmati Novel dan Film dengan Cara Berbeda&#8221;, di sana saya membahas bahwa sebuah adaptasi yang baik tak harus mengcopy-paste isi buku, melainkan menemukan inti cerita untuk kemudian membuang hal2 yang tidak perlu(memperlambat cerita). Di sana saya juga ungkapkan kekaguman saya pada Hanung+Salman+Ginantri yang berhasil mengguibah Novel Ayat2 Cinta menjadi Film Ayat2 Cinta &#8230;<br />
Dan sempat menyinggung di akhir tulisan, dengan tulisan sbb :<br />
&#8220;Yang sedikit mengganjal bagi saya adalah ketika mendengar novel Ketika Cinta Bertasbih akan digarap film serupa novelnya, wah berapa jam durasi filmnya, mengingat novelnya terdiri atas dua jilid yang cukup tebal.<br />
Semoga Chaerul Umam dan Imam Tantowi setelah membaca tulisan ini meniru jejak Hanung Bramantyo dan Salman Aristo yang berhasil menggubah novel Ayat-Ayat Cinta dengan sukses menjadi film Ayat-Ayat Cinta.&#8221;</p>
<p>Jadi ketika saya membaca beberapa review (di Bali film ini belum masuk), saya jadi ingat pada tulisan saya, ternyata Chaerul Umam tetap keukeuh untuk membuat novel sesuai aslinya (bahkan sempat baca di jawa pos rencana awalnya mau dibagi jadi 4 film, BUSSEEETTT, namun akhirnya hanya jadi 2).</p>
<p>Dan terus terang review ini kalau boleh saya kasih nilai 8 dari beberapa review yang saya baca &#8230; hehehe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ando-kun</title>
		<link>http://zulphiandie.wordpress.com/2009/06/18/komedi-cinta-bersambung/#comment-149</link>
		<dc:creator>Ando-kun</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2009 14:19:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://zulphiandie.wordpress.com/?p=270#comment-149</guid>
		<description>Tambahan:
Kalau liat fenomenanya jd inget film korea karya Kwak Jae-yong My Sassy Girl dan Winstruck.Dua2nya diperankan oleh Jeon Ji-hyun.

Coba Fedi Nuril ditampilkan numpang lewat diakhir film jd cameo kayak Cha Tae-hyun dlm Windstruck, khan bisa bikin ribut tuh wakakakak.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tambahan:<br />
Kalau liat fenomenanya jd inget film korea karya Kwak Jae-yong My Sassy Girl dan Winstruck.Dua2nya diperankan oleh Jeon Ji-hyun.</p>
<p>Coba Fedi Nuril ditampilkan numpang lewat diakhir film jd cameo kayak Cha Tae-hyun dlm Windstruck, khan bisa bikin ribut tuh wakakakak&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ando-kun</title>
		<link>http://zulphiandie.wordpress.com/2009/06/18/komedi-cinta-bersambung/#comment-148</link>
		<dc:creator>Ando-kun</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2009 14:01:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://zulphiandie.wordpress.com/?p=270#comment-148</guid>
		<description>Terus terang aja deh, karena film ini mengangkat &quot;tema agamis&quot;, jarang ada yg mau ngritik abis2an. Mungkin malah ada kekhawatiran bakalan dihujat balik ataupun hanya dgn komentar balasan &quot;dari pada nonton film horor dan komedi seks nggak keruan&quot;.

Tapi harus diakui, film ini masih agak jauh dari kata &quot;bagus&quot; dari segi teknis perfilman (walaupun aku jg cuma pengamat film amatiran), aku cuma bisa ngasih komentar &quot;lumayanlah&quot;.

O iya, ada komentar lain lg. fenomena jilbabers berduyun-duyun ke gedung bioskop terjadi lagi :mrgreen: kayaknya takut ketinggalan gosip terakhir kalau sampai pulang dr pengajian nggak bisa ikutan &quot;membahas&quot; film ini. hehehe :lol:
yang terakhir, &quot;mata anda jeli atau jelalatan sih, koq sampai kaos kutang malihrupa jd kaos oblong sampai diperatiin?&quot; 
no offence :mrgreen:</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terus terang aja deh, karena film ini mengangkat &#8220;tema agamis&#8221;, jarang ada yg mau ngritik abis2an. Mungkin malah ada kekhawatiran bakalan dihujat balik ataupun hanya dgn komentar balasan &#8220;dari pada nonton film horor dan komedi seks nggak keruan&#8221;.</p>
<p>Tapi harus diakui, film ini masih agak jauh dari kata &#8220;bagus&#8221; dari segi teknis perfilman (walaupun aku jg cuma pengamat film amatiran), aku cuma bisa ngasih komentar &#8220;lumayanlah&#8221;.</p>
<p>O iya, ada komentar lain lg. fenomena jilbabers berduyun-duyun ke gedung bioskop terjadi lagi <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />  kayaknya takut ketinggalan gosip terakhir kalau sampai pulang dr pengajian nggak bisa ikutan &#8220;membahas&#8221; film ini. hehehe <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /><br />
yang terakhir, &#8220;mata anda jeli atau jelalatan sih, koq sampai kaos kutang malihrupa jd kaos oblong sampai diperatiin?&#8221;<br />
no offence <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
