Oleh: K'ndie | Rabu, 14 Mei 2008

Aqiqah, Untukmu Wahai Para Tunas..

date of origin: 10 April ‘08
Karena banyak teman-teman yang hamil dan melahirkan.. Ini titipan untuk sang Ayah..

Apakah Aqiqah itu?

Aqiqah adalah mensyukuri nikmat pemberian/titipan Allah berupa anak.. Aqiqah secara harfiah diartikan “memotong” dan seringkali diartikan kepada rambut. Aqiqah diartikan sebagai penyembelihan hewan tanda mensyukuri nikmat dari Allah atas kelahiran bayi pada saat bayi dicukur rambutnya. Ada yang menyebut Aqiqah dengan Nasikah atau Zhabihah.

Sabda Rasul SAW: “Barangsiapa yang dikaruniai seorang anak, lalu ia menyukai hendak membaktikannya (mengaqiqahinya), maka hendaklah ia melakukannya.”

Apakah hukumnya Aqiqah?

Disetujui oleh banyak kalangan ulama bahwa hukum melaksanakan Aqiqah adalah Sunnah Muakad yaitu Sunnah yang sangat dianjurkan atau diutamakan ketika mampu. Sebagian kecil ulama ada yang mengatakan Mubah (tidak mendapat pahala jika dilaksanakan, tidak mendapat dosa bila ditinggalkan), ada pula yang mengatakan hukumnya Wajib.

Siapa yang melakukan Aqiqah?

Yang dianjurkan adalah sang Ayah namun tidak menutup kemungkinan untuk dilaksanakan oleh Paman maupun Kakek. Seperti halnya Rasulullah SAW mengaqiqahkan cucu-cucunya.

Apakah yang dilakukan ketika Aqiqah?

Dari berbagai bacaan yang daku kumpulkan, Aqiqah memiliki 3 rangkaian kegiatan, yaitu:

  1. Menyembelih hewan dan kemudian dimasak untuk dimakan bersama-sama/disedekahkan karena daging hewan Aqiqah yang diberikan harus dalam keadaan matang.
  2. Menamai anak dengan nama yang baik.
  3. Memotong rambut sang anak.

Aturan yang terkait dengan rangkaian itu adalah:

  1. Menyembelih hewan,Hewan yang disembelih adalah kambing, domba, atau biri-biri.Untuk anak laki-laki disunnahkan 2 ekor dan perempuan 1 ekor tapi jika tidak mampu untuk anak laki-laki diperbolehkan 1 ekor.
  2. Hewan yang disebelih harus dalam keadaan sehat, tidak cacat fisik dan cukup umur (=> 1 tahun) serta ada kalangan yang berpendapat sebaiknya (rambut) berwarna putih.
  3. Memotong rambut,
  • Diawali basmallah.
  • Dicukur dari kanan ke kiri.
  • Dicukur seluruhnya (digunduli) agar semua kotoran hilang.
  • Rambut dikumpulkan, ditimbang dan kemudian bersedekah sesuai berat rambut tersebut dikonversikan pada nilai berat emas.

Kapan pelaksanaan Aqiqah?

Aqiqah dilaksanakan hari ketujuh umur bayi, bila belum mampu maka boleh pada hari ke-14 bila masih belum mampu boleh dilaksanakan pada hari ke-21. Ada sebagian ulama yang mengatakan Aqiqah boleh dilakukan walau telah lewat dari hari ke-21, bahkan hingga beranjak dewasa namun sebagian ulama mengatakan jika lewat dari hari ke-21 maka yang dilakukan bukanlah Aqiqah, melainkan acara syukuran biasa.

Hari ketujuh ada yang dihitung semenjak dini hari, sehingga bila anak lahir pada malam hari maka hari pertama yang dihitung adalah keesokan harinya.

Siapa saja yang boleh memakan hidangan Aqiqah?

Semua handai taulan, keluarga dan kerabat bahkan Ayah dari sang anak boleh menyantap hidangan Aqiqah (hewan yang telah disembelih dan dimasak sebagai tata cara Aqiqah).

Bolehkah berhutang untuk melaksanakan Aqiqah?

Aqiqah merupakan ibadah Sunnah, namun jika bapak sang bayi bersikukuh untuk melaksanakan Aqiqah selama yang berhutang yakin bahwa hutangnya akan segera terbayar dan tidak akan berakibat buruk bagi dia dan keluarganya maka Aqiqah dapat dilakukan.

Di antara hikmah di balik pensyariatan aqiqah adalah sebagai berikut:

  • Aqiqah merupakan suatu pengorbanan yang akan mendekatkan anak kepada Allah di masa awal kehidupannya.
  • Aqiqah merupakan tebusan bagi anak dari berbagai musibah, sebagaimana Allah telah menebus Ismail a.s. dengan sembelihan yang besar.
  • Sebagai pembayaran hutang anak agar kelak di hari kiamat ia bisa memberikan syafaat kepada kedua orang tuanya.
  • Merupakan media untuk menunjukkan rasa syukur dan mengutamakan sunnah.
  • Mempererat tali Silaturahmi.

Sumber diambil dari tausiyah-tausiyah di aqiqah keponakan, tanya jawab dengan ustad lokal, amanahaqiqah.com, syariahonline.com dan pesantrenvirtual.com


Tanggapan

  1. Klo boleh menambahkan…
    Lebih berguna dan bermanfaat sptnya klo kurbannya kita sedekahkan kpd yg kurang mampu.
    Langsung d panti asuhan misalnya,kan banyak jasa2 aqiqah yg merupakan yayasan sosial.
    Krn skrg ini sdh jd kebiasaan aqiqah bukan lg sbg sunnah, tp unjuk kemampuan kpd tetangga, kpd org2 dsekitar klo dirinya sanggup utk mengaqiqahkan putra/putrinya.
    jadi, sekali lgi hanya ingin menambahkan, usul malah klo bs dibilang, bukan mau menggurui…
    Mari kita beraqiqah yg seharusnya, bukan yg biasanya.
    Makasih om Andie, bs sharing dsini…

  2. Maaf, ralat sedikit, sebetulnya untuk sedeka rambut anak bukan dihitung dalam gram emas, tapi dengan bera perak, ini ada dihadiskan pada saat aisyah beraqiqah.

    Regards,
    wq


Beri tanggapan

Your response:

Kategori