09
Okt

Kopi-Hitam-Cino

“Kopi Hitam, classic, alamiah.. nggak macem-macem!”

“Uuuhh sama kayak karakter yang minum..”

“Masa sih??”

“Emang kamu nggak ngerasa gitu?”

- Cintapuccino -

Kopi Hitam

Ada satu rasa syukur itu bertambah saat Lebaran, film-film Indonesia bermunculan di TV. Nggak perlu ke bioskop, nggak perlu beli keping cakram video. Dasar nggak mau rugi, setiap jam 10 malam diusahakan sudah ada di rumah, di depan TV. Nonton film nasional.

Flashback, kira-kira awal 2007 ketika film Cintapuccino itu rilis ada temen yang begitu semangatnya bercerita kepadaku. Bercerita tentang Nimo, salah satu karakter yang ada di film itu. Daku menanggapinya dengan biasa-biasa saja. Saat itu daku tidak tertarik untuk menonton film drama romantis bikinan lokal. “Finding Nimo” dia menyebutkannya dan daku langsung teringat akan ikan badut (clown fish) yang cari-cari anaknya sampai ke Sidney.

Dia hendak menikah, dia meminta opiniku akan pikirannya untuk menyampaikan perasaan yang dipendam dalam perjalanan hidupnya. Dia ingin beberapa orang yang pernah singgah di hatinya tahu, bagaimana perasaan dia pada mereka dahulu dan ia pun ingin mengetahui bagaimana perasaan mereka terhadapnya.

Maafkan kalau daku berkata: “Gila!”, “Kurang ajar!” dan entah apalagi yang sekarang daku sudah lupa. Sekarang daku sudah nonton filmnya.. Sekali lagi maafkan daku kalau berkata: “GILAA!” kalau benar dikau terinspirasi film Cintapuccino itu.

13
Sep

Suratku (pada suatu hari)

For you, wherever you are…

Hai! Apa kabar? Lama kita tak saling berkirim kabar lewat surat.. terlebih coba kau hitung, berapa lama kita tak bersua? Rindu rasanya hati ini, jika surat ini dapat terkirim dengan tinta, ingin aku menghabiskan tinta itu untuk bercerita semuanya padamu.

Ingatkah engkau, waktu dulu itu ketika rumah kita masih berbatas gang yang sempit untuk orang dewasa tapi begitu luasnya untuk kita bermain? Walau dulu engkau hanya menatapi kami yang sedang bermain perang-perangan dan kau tidak ada teman bermain rumah-rumahan. Belum seperti sekarang yang semua sudah tersedia di toko-toko itu. Dahulu aku membayangkan sebuah sendal jepit seakan sebuah kapal perang yang siap menyerang boneka-boneka tentara yang berjajar di pesisir dekat rumahmu itu.

Ah, namun tak banyak yang aku ingat tentang hari-hari itu. Televisi di rumahku masih monokrom saat itu, ditutupi mika biru. Semua tontonan berwarna biru tapi acaranya tak’kan ku ceritakan di sini, nanti pengelola situs 80an menyangka aku akan menyainginya… Sekarang aku sudah lupa arah gang itu dan sepertinya aku pun yakin kau sudah tak di situ lagi.

Aku ingat, saat Galunggung meletus dan kita berhujankan abu. Mamah melarangku main keluar rumah untuk beberapa saat yang kemudian aku mengalami kesenangan membersihkan debu abu yang ada di pekaranganku, itu waktu intimku dengan mamah yang tak terlupakan. Bapak dan orang-orang yang lainnya pergi ke kantor memakai masker. Sungguh aku melihat itu sebagai sesuatu yang keren hingga aku ingin memakainya juga. Sempat aku coba sembunyikan masker itu tapi tak berhasil, bapak tetap pakai masker ketika berangkat kerja.

Masa kecil itu. Banyak yang hilang dari ingatan.

Aku ngantuk. Nanti aku teruskan lagi yah. Salam untukmu dan orang di sekelilingmu.

Ndie.

02
Sep

Boemi Joglo, resto di Bandung Utara


Boemi Joglo bagian beranda
Originally uploaded by Zulphiandie

Mamam di Boemi Joglo, jalan Rancakendal Luhur.
Memang udah lama terjadi tapi apa mau dikata, baru kepikirannya sekarang, pas lagi puasa..
Memang sungguh godaan.

Pergi setelah sesi foto-foto, kami ditraktir klien ke Boemi Joglo ini. Maklum ditraktir, menu yang katanya enak yaitu Sate Maranggi tidak sempat kami cicipi. Pesanan kami yah yang ada di foto itu. Entah karena daku sudah sarapan atau entah kenapa, tapi karena kami tiba di Boemi Joglo pukul 10 pagi jadi daku kurang berselera walau sebenarnya tempe mendoannya itu begitu menggoda.

Katanya lokasi ini pernah diliput oleh salah satu acara di TV swasta. Untuk mencapai Boemi Joglo ada 2 alternatif, bisa melalui Dago Resort atau lewat Rancakendal. Jika lewat Dago Resort, masuklah gerbang kemudian sambil terus masuk ke dalam resor, perhatikan petunjuk arah ke kanan di mana ada tanda arah ke Boemi Joglo.

Nasi liwetnya, Oke.. nggak terlalu istimewa tapi oke.. minumannya? kurang variasi sih tapi ada, terus apa lagi yah? Yang jelas lahan parkirnya agak sempit dan untuk ke meja yang strategis agak menurun curam.

Ini hari kedua puasa, jam 17.03, jadi maaf aje kalo dah nggak konsen mau nulis apa.. ha ha ha .. jadi kalo ada pertanyaan tanya aja yeeeee!!

Nasi Liwet

Nasi Liwet

Nasi Liwet Ikan Asin (+ Pete)

Nasi Liwet Ikan Asin (+ Pete)

ayamjamur

Nasi Liwet Ayam Jamur

26
Agt

Situs KPU, Milik kita bersama*

*slogan salah satu TV swasta

Pernah masuk situs KPU? kalau belum, coba donk! Sebagai pemilih kita khan perlu juga tahu akan pemilu yang menentukan nasib bangsa kita nanti.

Suatu ketika daku ditanya “kapan tgl pemilu?”, daku tanya Om Google.. Om Google sendiri jawabannya nggak jelas.. akhirnya daku cari di situs KPU dan coba tebak?.. yah.. TIDAK ADA!!

Agak sedih melihat situs KPU, mengapa? karena ternyata situs KPU memakai CMS (Content Management System) JOOMLA. Bagi orang-orang yang ‘agak’ deket dengan internet dan desain situs, mereka tahu apa itu JOOMLA. JOOMLA adalah OpenSource CMS dan karena OpenSource, berarti GRATIS! Tinggal ganti gambar dan kata, JADI! Hampir tidak memerlukan keahlian khusus untuk bisa bikin situs dengan CMS gratisan ini sehingga CMS ini memang populer! Ini situs Joomla, klik di sini.

Situs KPU dengan icon Joomla

Situs KPU dengan icon Joomla

Gambar ini hasil ‘print screen‘ yg kemudian diedit dengan menambah tanda berwarna merah dan icon Joomla. Tanpa bermaksud menjatuhkan KPU dengan dibuat-buat. Diambil tanggal 26.08.2008.

Kemudian selagi daku buka laman KPU, daku klik menu “View” > “Page Source” (atau Ctrl+U di Firefox). Inilah screenshot-nya:

KPU - Page Source on Mozilla Firefox

KPU - Page Source on Mozilla Firefox

Yah.. hanya hendak bertanya.. berapa sebenarnya dana untuk pembuatan Situs KPU ini?

Anggota KPU Abdul Azis mengakui website KPU belum lengkap dan tidak cepat diperbarui karena keterbatasan dana dan tenaga teknis. “Dananya kan baru ke luar, website itu akan segera diperbaiki. Kalau menurut laporan Sekretariat Jenderal KPU, kapasitas bandwide-nya kecil, jadi harus diperbesar dan itu memerlukan dana,” katanya. (Siwah.com)

10
Agt

Motor Aing Kumaha Aing..

Sia.. Aing.. Dewek.. Silaing

Kalau dikau tinggal di Bandung mungkin akrab dengan istilah ini, setidaknya pernah dengar. Istilah ini muncul pada bumper sticker namun karena motor nggak punya bumper alias bemper sehingga gambar tempel ini menempel di spakbor belakang.

Entah dari mana istilah ini atau siapa yang pertama kali memunculkan istilah ini. Secara umum Motor Aing Kumaha Aing berarti “Motor saya gimana saya”. Bisa jadi perkataan ini untuk menjawab cemoohan, cibiran, kritik atau protes yang diajukan soal motor empunya. Bisa jadi itu soal jenis mesin, 2 stroke atau 4 stroke, mungkin soal sistem perseneling, mungkin soal modifikasi bahkan mungkin masalah bagaimana cara dia mengemudikan motornya itu.

Sebetulnya gambar tempel ini sudah banyak beredar tapi daku belum dapat gambarnya. Pernah kebetulan berhenti di lampu merah dan bertemu motor yang pasang gambar tempel itu, tapi daku nggak bawa kamera dan untuk mengeluarkan hp dari saku saat itu begitu susah jadi momen itu tidak terabadikan.

Motor Aing Kumaha Aing, seperti apa sih Motor Aing itu? Ada yang bilang, barulah bisa dikatakan Motor Aing jika motor dibeli dengan uang hasil keringat sendiri. Ada yang bilang Motor Aing adalah motor yang jadi tongkrongannya sehari-hari, tidak peduli nama siapa yang tercantum di STNK motor itu.

Hanya saja, ketika istilah Motor Aing Kumaha Aing diaplikasikan pada cara mengemudikan motor maka lalu lintas seketika akan menjadi kacau balau. Motor tanpa lampu, baik depan maupun belakang, apakah menjadi maklum ketika si empunya motor berkata Motor Aing Kumaha Aing? Trotoar dipakai oleh motor dan dikau hampir tertabrak, dikau protes, lalu dengan santai dijawab “Biarin, Motor Aing Kumaha Aing”, apakah dikau akan jadi maklum?

Yah… Dosa Sia Kumaha Sia.. Sia Nyeri Aing Seuri..