Puasa Sang Calon
Telah dituliskan: 17 Agustus 2010 Filed under: Ibu Hamil, Keluarga Leave a comment »Puasa dan Ibu Hamil
Bulan Ramadhan kali ini berbeda dari yang sudah daku lewati, maklum baru nikah bulan Syawal tahun yang lalu tentunya Ramadhan kali ini pastilah berbeda. Punya istri! Kalau kata Project P: “Tidur ada yang nemenin..”
Tapi bukan itu saja. Setelah hampir 25 tahun merasakan bulan Ramadhan (yang ingat sudah mulai melaksanakan puasa), kali ini daku juga menjadi suami SIAGA (SIap Antar jaGA) mengingat istri sedang hamil dengan usia kehamilan yang telah siap untuk melahirkan, sekitar 38 minggu.
Sebagai pasangan muda (yang merasa sudah tidak muda lagi) dan menanti anak pertama, semua pengalaman yang kami alami merupakan pengalaman baru. Maka itu kami sempat bertanya-tanya. “Ibu hamil boleh puasa nggak??” Kami berdua pun mencari tahu hingga akhirnya kami menemukan jawaban. Jawabannya adalah..
Apa ayo??? Klik di sini untuk jawabannya!
Google Docs
Telah dituliskan: 9 Desember 2009 Filed under: Apps, Share | Tags: Excell, Google, Google Docs, Kolaborasi, PowerPoint, Word 2 Comments »Tergelitik ketika masuk di laman muka Google Documents (Google Docs), ada yang baru sekarang, sebuah video dengan judul yang cukup persuasif: “Google Docs: A Love Letter” sehingga membuatku bertanya-tanya, ada hubungan apa Google Docs dengan sebuah surat cinta?
Google Docs adalah sebuah layanan dari Google Inc. yang memudahkan kita untuk membuat dokumen secara daring (online) dan mengaksesnya dari mana dan kapan pun (selama ada koneksi internet). Tidak hanya itu, Google Docs membuat kita bisa berbagi dokumen yang telah kita buat dengan kolega dan teman-teman kita. Sebuah alat kolaborasi sederhana. Lihat video “Google Docs: A Love Letter” sebagai contoh sederhana.
Ketika Cinta Bertasbih 2
Telah dituliskan: 7 Oktober 2009 Filed under: Film | Tags: Habiburrahman El Shirazy, Ketika Cinta Bertasbih 2 Comments »Kali ini tidak ada ‘rasa’ Mesir. Azzam telah kembali ke tanah airnya. Sebenarnya memang tak perlu embel-embel “Asli Mesir” untuk membuat penonton berduyun-duyun datang ke bioskop untuk menonton film ini. Ketika Cinta Bertasbih 2 telah ditunggu sekian juta penggemar, bisa jadi orang-orang itu penggemar fanatik Kang Abiek, penggemar novel Ketika Cinta Bertasbih maupun penggemar film reliji.
Daku bukan salah satunya. Hanya karena daku telah menonton film Ketika Cinta Bertasbih maka sepertinya daku tidak boleh melewatkan sekuelnya. Walaupun untuk film-film yang lain (yang mempunyai sekuel) banyak yang daku lewatkan.
Sesuai dengan komitmen awal produser, sutradara dan seluruh pihak yang telibat maka jelaslah film Ketika Cinta Bertasbih 2 -masih sama dengan Ketika Cinta Bertasbih- berkiblat penuh pada bukunya. Sangat kentara, sangat dirasa bahwa film dan bukunya tidak berbeda. Alur, cerita, penokohan dan yang lainnya. Sehingga ketika bagi sebagian besar dari kita yang telah membaca buku dan kemudian menonton filmnya, tak lain ubahnya seperti melihat visualisasi dari novel Kang Abiek tersebut. Apa boleh buat.
Setidaknya, audio dan juga ilustrasi musik dari sekuel ini sudah lebih baik dari yang pertama. Memang ada yang sedikit mengganggu dalam pengambilan gambar. Ketika adegan kecelakaan, nampak jelas bahwa hujan yang turun merupakan siraman air dari pemadam kebakaran karena beberapa meter sebelum TKP jalan nampak kering kerontang.
Berbicara tentang penokohan, memang Niniek L. Karim dan Jajang C. Noor tidak ada habisnya. Belum lagi Deddy Mizwar. Namun para juniornya belum bisa dikatakan bisa menandingi mereka. Mungkin pujianku (untuk junior) hanya ingin ditujukan pada Oki Setiana Dewi yang menjadi Anna Althafunnisa. Entah karena aktingnya atau karena paras wajahnya
.
Bagi anda yang belum sempat menonton, silahkan menonton. Setidaknya untuk mengetahui perkembangan film nasional. Bagi yang enggan, daku pun susah untuk meyakinkan kalian untuk menonton film ini tapi apa salahnya.
Selamat menonton!
Sang Bintang
Telah dituliskan: 27 Agustus 2009 Filed under: Teman | Tags: Bintang, Matahari, Perempuan 2 Comments »Perempuan senang akan sosok yang tangguh, kuat dan bersemangat, entah mengapa (retorik). Makanya seringkali perempuan lebih menyukai sosok matahari yang bersinar di pagi hari sebagai simbol dibanding laki-laki yang lebih menyukai rembulan.
Akan tetapi nampaknya terlalu banyak perempuan yang memakai matahari dan mungkin terlalu spesifik jika mengambil matahari sebagai simbol, perempuan yang satu ini sedang tergila-gila lagu Melody Gardot tentang bintang.
“Tell me star, to whom will you give your love..”
Tapi sang bintang tak dapat menjawab. Hanya berkerlip yang ia bisa. Dari seantero jagat raya, bintang tidak hanya satu. Ia mungkin tidak yakin pertanyaan itu ditujukan pada dirinya. Hanya berkerlip yang ia bisa. Saat ini dan nanti.
Saat bintang mendekat dan menjadi matahari. Dia ‘kan tahu, tatapan itu tertuju padanya. Dia pun ‘kan tahu pertanyaan itu hanya untuknya. Dan segenap cahaya untuk menerangi dunia akan dia beri.
“and the star is you, ganteng..”
Melody Gardot on MySpace
Melody Gardot on Twitter
tulisan yang berhubungan:
..and the star is you, ganteng

